Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

Posted on

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini – Buruh berbaur di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup menguat 3,34 poin atau 0,05 persen di 5.841,46 (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan menguat pada Senin (19/12/2022). Analis menilai penguatan IHSG didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

“IHSG berpotensi menguat ditopang kenaikan harga komoditas akibat merebaknya relaksasi aktivitas masyarakat di China. Oleh karena itu, permintaan bahan baku juga meningkat,” ujar analis Capital Sekuritas, Chief Service Officer, Cheryl Tanuwijaya, saat dihubungi, Senin (19). /12/2022).

Ihsg Berpotensi Menghijau, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 26 Agustus 2022

Selain itu, pada Senin, 19 Desember 2022, telah diumumkan suku bunga kredit periode November secara tahunan yang diperkirakan akan kembali tumbuh. Oleh karena itu, Cheryl memprediksi IHSG berpotensi menguat di kisaran 6.750-6.880.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, IHSG ditutup menguat 0,9 persen di level 6.812 pada perdagangan Senin, 16 Oktober 2022, diiringi kenaikan volume pembelian. Ia memprediksi pada Senin, 19 Desember 2022, IHSG berpeluang tumbuh lebih kuat.

Diperkirakan IHSG berpeluang menguat menguji 6854-6896 membentuk wave iv dari wave c wave (y) pada label hitam atau skenario alternatif, posisi IHSG sebagian wave c dari wave (x) menuju 6.982 ,” kata Herditya.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih antara lain ADMR, ASII, MYOR dan PTBA. Saham ini bisa dibeli saat mengalami kelemahan atau dibeli saat kelemahan.

Ihsg Bisa Turun Sampai Berapa? Window Dressing Batal? Ini Jawabannya

Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang berasal dari keputusan investasi.

* Fakta atau hoax? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, kirim WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 cukup dengan mengetik kata kunci yang diinginkan.

Karyawan melakukan screenshot Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham naik, 372 turun dan 124 lainnya datar. (/ Batang Johan)

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menuju zona tersebut pada penutupan perdagangan saham pada Jumat (16/12/2022). Sektor saham industri dasar dan keuangan memimpin penguatan akhir pekan ini.

Klub Saham Syariah

Mengutip data RTI, IHSG ditutup melonjak 0,89 persen menjadi 6.812,19. Indeks LQ45 naik 0,94 persen menjadi 951,18. Sebagian besar indeks benchmark berwarna hijau. Sebelum akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6812,19 dan level terendah 6693,76. Sebanyak 219 saham naik dan 297 saham turun. 178 tindakan dihentikan.

Total frekuensi perdagangan sebanyak 927.433 kali dengan volume perdagangan 18,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 15,2 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupee berada di kisaran 15.612. Indeks sektor saham menguat dan melemah mendekati ekuilibrium. Sektor saham energi melonjak 0,88 persen, sektor saham dasar naik 1,53 persen, sektor saham non-siklus naik 0,29 persen.

Selain itu, saham sektor kesehatan naik 0,69 persen, saham sektor keuangan naik 0,92 persen dan saham sektor infrastruktur bertambah 0,05 persen.

Sementara itu, sektor saham industri turun 0,02 persen, saham siklis turun 0,96 persen, sektor real estate turun 0,54 persen, sektor teknologi turun 0,06 persen, dan sektor transportasi turun 0,50 persen.

Naik Dalam Beberapa Hari, Indeks Berpotensi Jenuh Beli

Pejalan kaki melewati display pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau di level 6.296, naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (/Angga Yuniar)

Kepala Riset PT Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya mengatakan, IHSG memperkuat dukungan sektor perbankan, terutama saham bank berkapitalisasi besar. Saham bank berkapitalisasi besar, yang telah terkoreksi hanya dalam beberapa hari, kembali menguat.

Saham BMRI naik 2,02 persen menjadi Rs 10.100 per saham, saham BBRI menguat 1,43 persen menjadi Rs 4.980 per saham dan saham BBCA naik 1,18 persen menjadi Rs 8.600 per saham. Sedangkan saham BBNI melonjak 3,43 persen ke posisi Rp 9.800 per saham.

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

“Dan juga didukung oleh kenaikan harga komoditas sehingga saham-saham di sektor energi dan komoditas juga menguat. Pelemahan IHSG dimanfaatkan investor untuk membeli saham-saham berkapitalisasi besar sehingga secara day to day IHSG juga bisa menguat,” ujarnya. ujarnya saat dihubungi.

Tips Motiontrade, Berikut 3 Tren Pergerakan Saham Yang Wajib Dikenali

Ia menambahkan, meski pelaku pasar masih mengkhawatirkan kemungkinan resesi global mengingat target suku bunga Federal Reserve (Fed) lebih tinggi pada 2023, kekhawatiran mereka berangsur-angsur mereda.

Orang-orang berjalan melewati monitor yang menunjukkan indeks saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin, 10 Februari 2020. Pasar saham Asia jatuh pada hari Senin setelah China melaporkan kenaikan harga kasus virus corona. (Foto AP/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Jumat, 16 Desember 2022. Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya resesi. Di sisi lain, penjualan ritel AS pada November 2022 mengecewakan sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) akan mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,87 persen menjadi 27.527,12 dan memimpin koreksi di kawasan tersebut. Sementara itu, Indeks Topix turun 1,2 persen menjadi 1.950,21, Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,04 persen menjadi 2.360,02 dan Indeks ASX 200 Australia turun 0,78 persen menjadi 7.148,7.

Ihsg Berpotensi Menguat Pada Awal Desember 2022, Berikut 6 Rekomendasi Saham Dari Bni Sekuritas

Indeks Hang Seng naik 0,49 persen pada jam terakhir perdagangan. Indeks Shenzhen turun 0,55 persen menjadi 11.295,03 di China. Indeks Shanghai turun 0,02 persen menjadi 3.167,9.KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Simak saham-saham pilihan analis yang berpotensi menguat akibat showcase Desember 2022. Beberapa saham terpilih yang berpotensi menguat saat ini harganya sedang turun.

Biasanya, showcase terjadi menjelang akhir tahun. Pada Desember 2022, analis memperkirakan sebuah showcase kemungkinan besar akan terjadi.

Infovesta Utama Research and Consulting Manager Nicodimus Kristiantoro melihat peluang showcase di bulan Desember masih terbuka lebar. Ada beberapa alasan yang mendasari optimisme tersebut.

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

Sementara itu, jelang rilis inflasi AS yang anjlok hingga 7,7% YoY, pasar masih memperkirakan kenaikan FFR Desember akan dominan di level 75 basis poin (bps). Namun saat ini potensi kenaikannya adalah 50 bp.

Ihsg Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Reliance Dan Mirae Hari Ini

Menurut sumber CME Group, persentase kenaikan FFR 50bp mencapai 75,8%. “Estimasi FFR turun dibandingkan ekspektasi sebelumnya, yang mungkin bisa menjadi katalis positif bagi pasar,” jelas Nico saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (27/11).

, kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan Bank Indonesia sebagai langkah awal dan preventif diharapkan mendapat respon positif dari pasar saham Indonesia.

Pelunakan potensi showcase adalah rilis data inflasi pada awal Desember, yang diperkirakan akan semakin turun. Kondisi ini akan menjadi angin segar bagi pelaku pasar.

Sementara itu, CEO Edvisor.id Praska Putrantyo memperkirakan showcase Desember 2022 dapat terjadi dengan potensi upside yang relatif terbatas. Praska menambahkan, rilis laporan keuangan emiten kuartal III 2022 yang masih dominan positif bisa menjadi faktor penentu.

Rekomendasi Saham: Prediksi Saham Pt. Adaro Energy Tbk (adro)

“Ini membuat euforia terus berlanjut di penghujung tahun. Meski tidak signifikan karena didiskon pada bulan-bulan sebelumnya,” ujar Praska.

Selain itu, investor asing tampak kembali menimbun saham yang dalam sepekan terakhir sudah kembali Rp 1 triliun. Praska juga menyoroti potensi perlambatan inflasi pasca kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50bp mulai November 2022.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong optimisme investor di pasar modal. Hal ini tercermin dari Yield Gauge Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia tenor 10 tahun yang mulai turun di bawah 7% menyusul turunnya yield Treasury AS di bawah 7% 4%.

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

Di tengah optimisme tersebut, ada faktor yang harus dilihat sebagai penghambat hadirnya showcase tersebut. Nico memberi catatan, pergerakan pasar masih dibayangi sejumlah risiko. Misalnya dari tren kasus Covid yang terus meningkat.

Ihsg Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Strong Buy 3 Saham Ini

Lebih lanjut, kebijakan zero covid di China berpotensi kembali mengganggu rantai pasok global. Faktor lainnya terkait dampak volatilitas nilai tukar rupiah yang cenderung terdepresiasi. Dampak terhadap IHSG

Sementara itu, Master Analis Bersertifikat Elliott Wave Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus melihat potensi pameran Desember sebagai 50:50. Meski fundamental ekonomi makro Indonesia tetap kuat, secara teknikal Daniel punya track record.

Daniel melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways sejak akhir Oktober dengan kisaran 6.964 – 7.108. Selain itu juga memberikan simulasi dampak ada tidaknya showcase terhadap IHSG.

Jika mampu menembus resistance di 7.108, maka akan terjadi showcase yang berpotensi memperkuat IHSG hingga ke level 7.257. Sebaliknya jika area support tembus hingga 6964, maka kemungkinan penurunan IHSG hingga level 6816 dengan window dressing tidak akan terjadi.

Ihsg Berpotensi Bergerak Menguat

Sedangkan jika mengacu pada data historis, Nico menjelaskan bahwa selama 10 tahun terakhir, dari tahun 2011 hingga 2021, kinerja bulanan IHSG setiap bulan Desember selalu positif dengan pertumbuhan kinerja rata-rata sekitar +3%.

Berdasarkan asumsi tersebut, Nico memperkirakan akan ada potensi peningkatan profitabilitas minimal 3% pada Desember tahun ini. Sehingga IHSG diproyeksikan akan naik ke level 7.300 – 7.450 pada akhir tahun.

Melihat IHSG yang masih konsolidasi saat ini, Praska memperkirakan potensi upside relatif terbatas dengan target tinggi di 7.260. Meski proyeksi bearish, IHSG akan berada di area 7.010. Rekomendasi untuk tindakan

Saham Yang Berpotensi Naik Hari Ini

Roger MM, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, juga memperkirakan showcase tersebut kemungkinan akan hadir bulan depan. Dia mencatat ada potensi tekanan pada pertengahan Desember, ketika pengumuman suku bunga The Fed diperkirakan akan naik lagi.

Emas Dekati $ 2.000 Dan 3 Saham Perusahaan Tambang Ini Berpotensi Bersinar

Sedangkan indikator pendukung antara lain rilis kinerja emiten triwulan III 2022 yang tumbuh positif terutama untuk saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45. “Data ekonomi Indonesia masih cukup tangguh,” tambah Roger.

Roger menjadi kandidat beberapa sektor yang bisa menjadi fokus pelaku pasar hingga akhir tahun. Antara lain di sektor perbankan, energi dan emiten terkait kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan.

Daniel juga melihat perbankan sebagai leading sector. Selain itu, sektor industri, konsumsi siklis

Saham yang berpotensi naik di 2021, saham yang berpotensi naik, saham murah berpotensi naik, saham yang berpotensi naik 2021, saham berpotensi naik 2021, saham murah yang berpotensi naik, saham yang berpotensi naik besok, saham berpotensi naik besok, saham yg berpotensi naik 2021, saham berpotensi naik, koin kripto yang berpotensi naik hari ini, crypto yang berpotensi naik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *